Pertemuan Rutin KSM dalam Rangka Optimalisasi Pinjaman Bergulir

Para anggota KSM melakukan Pertemuan Rutin.

Dari sampah Menjadi berkah

Kelurahan Tanjung merupakan salah satu kelurahan yang menjadi lokasi program KOTAKU

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS

Pelatihan Pengolahan sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Memulai dari Sedikit menjadi Besar

Memulai dari sedikit menjadi besar bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi usaha industri rumah tangga tenun ikat KSM Bia Berek

Pembangunan Rabat Beton Oleh KSM Kampung Baru Kabupaten Sikka

Para masyarakat Bergotong Royong Membangun Jalan Setapak 76 m yang dipimpi oleh Ketua RT 07/RW 09

The Power Of emak-emak

anggota KSM adalah perempuan yang dipercaya mengambil peran sebagai sekertaris dan bendahara

Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

10 September 2019

Pantang Menyerah Merengkuh Hasil

Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan adanya perubahan struktur menjadi Balai Prasarana Permukiman Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur periode Maret 2019, maka kegiatan KOTAKU masuk pada lingkup wilayah pengendalian PPK Pengembangan Kawasan Permukiman Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Bapak Ezrom Micgel Elim, ST, yang biasa disapa “Pak Micgel”, dimana Beliau sebelumnya juga menjabat sebagai PPK Randal Provinsi NTT, sehingga penanganan permukiman kumuh bukanlah hal yang baru bagi Beliau. Dalam upaya penanganan kumuh, Pak Micgel, bersama Pak Kepala Balai PPW dan Pemerintah Provinsi NTT terus melakukan upaya- upaya melaui peningkatan kualitas infrastruktur dan kegiatan-kegiatan pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh baru dengan berkolaborasi dari berbagai pihak baik Pusat,Provinsi dan Daerah melalui sumber pendanaan APBN, DAK, DAU, APBD I, APBD II, CSR, dll.
“Jangan pernah katakan menyerah”… harus terus berusaha sampai kita berhasil,… kegagalan itu hanyalah keberhasilan yang tertunda karena kita masih kurang berusaha,… itulah kalimat motivasi yang selalu dilontarkan oleh Pak Micgel disetiap moment, baik pada kegiatan koordinasi rutin maupun pertemuan/kegiatan forum KOTAKU baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten/Kota, sehingga menjadi tantangan bagi seluruh peserta forum, staf dan personil KOTAKU. “Moto” inilah yang membuat Beliau terus meraih keberhasilan, dengan menjabat sebagai PPK PKP yang hanya beberapa bulan Beliau kemudian dipercayakan sebagai Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah 1 Nusa Tenggara Timur sesuai SK Menteri PUPR pada 23 Agustus 2019.Pak Ka Satker bersama Pak Kepala Balai PPW NTT, berupaya mengkoordinir program sektoral keciptakaryaan dilingkup kewenangannya baik PKP, PSP-POP dan PBL, Air Minum dan Pengembangan PLP serta Program Pemberdayaan di Lingkup BPPW NTT baik KOTAKU, PISEW, PAMSIMAS, SANIMAS untuk dapat bersinergi dalam penanganan kumuh
secara terpadu baik pembagunan infrastruktur maupun kegiatan pencegahan dalam rangka untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Sebagai Mentor Penanganan Kumuh, Pak Micgel bersama Tim KOTAKU selalu berupaya untuk mengharmonisasikan berbagai Dinas/Sekoral untuk dapat ber-Kolaborasi dalam upaya penuntasan target penanganan kumuh ditahun 2019, baik kegiatan skala lingkungan maupun kawasan,.. dan dalam kesibukan kesehariannya sebagai Kepala Satker, Beliau selalu siap untuk berkoordinasi dan memfasilitasi Pejabat Dinas/Sektoral baik Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengintegrasikan berbagai kegiatan penanganan kumuh, namun Beliau juga melakukan Audiens kepada Kepala Daerah untuk dapat mensinergikan berbagai program penanganan kumuh melalui Kebijakan Strategis Pemerintah, agar dalam penagannnya dapat terpadu, tidak tumpang tindih, secara komprenhensif dan tuntas dengan semuanya mengacu pada 1 data, 1 peta dan 1 perencanaan.
kegiatan KOTAKU. Pak Micgel… dengan jiwa juang dan kemauan belajar yang tinggi ditunjang dengan tekad dan ikhtiar yakin ditahun 2019 kumuh 0 Ha dilokasi KOTAKU NTT. Dalam mewujudkan Ihktiar tersebut, tidak hanya menggerakkan  Status usulan skala kawasan saat ini adalah menunggu hasil verifikasi lapangan yang telah dilakukan oleh Tim Direktrat PKP, Pak Micgel pantang menyerah bersama Pemkot Kupang dan Tim OSP 5 NTT serta Tim Korkot 1 dalam mengupayakan kegiatan penanganan di Kawasan Oesapa, secara ber-KolaboAksi dari berbagai Dinas/Sektoral… Salam K O L A B O R A S I...







Penulis
 Stely Paulus
Team Leader OSP 5 NTT





Belajar dari Sang Motivator

Dalam upaya penanganan kumuh, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus melakukan upaya-upaya penanganan permukiman kumuh melaui peningkatan kualitas infrastruktur dan kegiatan-kegiatan pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh baru. Kumuh adalah masalah kita bersama dan tentunya harus ditangani secara bersama pula, sebab itu dalam implementasinya tentu tidak hanya ditangani oleh 1 sumber pendanaan saja, namun perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak baik Pusat, Provinsi dan Daerah melalui sumber pendanaan APBN, DAK, DAU, APBD I, APBD II, CSR, dll.
Pak Man… dengan Tekad 2019 Kupang 0 Ha Kawasan Kumuh, tidak hanya menggerakkan Kepala Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengintegrasikan berbagai kegiatan penanganan kumuh melalui Kebijakan Strategis Pemerintah, namun beliau juga selalu menjadi narasumber dalam setiap forum KOTAKU dan forum lainnya dalam rangka penanganan kumuh baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat/Provinsi, Pokja PKP, KBIK, maupun pelatihan masyarakat dalam mensinergilan program Sertifikasi Tukang dengan Balai Jasa Kontruksi Wil-IV,Tidak hanya sampai disitu…, Pak Man selaku Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur terus mengawal sampai pada tahap pengusulan kegiatan peningkatan kualitas infrastruktur melalui berbagai jalur, baik RPIJM, Aspiratif, Direktif, dll. Beliau pun telah menjembatani pengusulan proposal kegiatan penanganan kumuh dan penataan permukiman dari Pemerintah Kota/Kabupaten dan Kelurahan bersama BKM Lokasi Kumuh KOTAKU baik ke Kementerian PUPR, antar Direktorat dan ke DPR RI, dengan prioritas penanganan pada lokasi delineasi sesuai SK Kumuh dan lokasi-lokasi rawan kumuh sesuai hasil delineasi kumuh untuk 7 indikator kumuh yang masih belum dapat dituntaskan numerik kumuhnya melalui BPM KOTAKU

 Beliau juga menyatukan berbagai Program Pemberdayaan di Lingkup BPPW NTT baik KOTAKU, PISEW, PAMSIMAS, SANIMAS diawali dengan kegiatan sosialisasi dan koordinasi awal terkait kegiatan Balai dan Penandatanganan Kontrak Kerja Periode Maret-Desember 2019 di Hotel NEO Kupang. Dan pada saat kunjungan kerja ke setiap Kabupaten/Kota, Beliau selalu menyempatkan waktu untuk dapat berkoordinasi dengan Tim Pendamping KOTAKU untuk memotivasi semangat kerja dan juang personil KOTAKU,Sebagai Penggerak Penanganan Kumuh, Kepala Balai PPW NTT yang akrab disapa Pak Man..selalu berupaya untuk dapat mengharmonisasikan berbagai Dinas/Sekoral untuk dapat ber-Kolaborasi dalam upaya penuntasan target penanganan kumuh ditahun 2019 dan selalu melibatkan Tim KOTAKU, baik kegiatan skala lingkungan maupun kawasan,.. dan dalam kesibukan sebagai Kepala Balai, tak pernah mengesampingkan kegiatan KOTAKU baik di tk Provinsi/Kota
Pak Man… dengan Tekad 2019 Kupang 0 Ha Kawasan Kumuh, tidak hanya menggerakkan Kepala Daerah baik Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam mengintegrasikan berbagai kegiatan penanganan kumuh melalui Kebijakan Strategis Pemerintah, namun beliau juga selalu menjadi narasumber dalam setiap forum KOTAKU dan forum lainnya dalam rangka penanganan kumuh baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat/Provinsi, Pokja PKP, KBIK, maupun pelatihan masyarakat dalam mensinergilan program Sertifikasi Tukang dengan Balai Jasa Kontruksi Wil-IV,Tidak hanya rencana, namun “Aksi Nyata” penanganan kumuh telah Pak Man wujudkan…. baik melalui kegiatan rapat konsolidasi (indoor) maupun outdoors dengan melakukan roadshow ke berbagai Kabupaten/Kota untuk audiens dengan Kepala Daerah, Dinas/Sektoral sebagai upaya pendekatan persuasif untuk publikasi Program KOTAKU dan konsep kegiatan penanganan kumuh baik skala lingkungan maupun skala kawasan menjadi prioritas dalam RKPD/Renja OPD, RKA OPDdan lainnya baik untuk dana APBN, DAK, APBD, DAU, CSR, dll,Tidak hanya sampai disitu,
Pak Man selaku Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah NTT terus mengawal sampai pada tahap pengusulan kegiatan peningkatan kualitas infrastruktur melalui berbagai jalur, baik RPIJM, Aspiratif, Direktif, dll. Beliau pun telah menjembatani pengusulan proposal kegiatan penanganan kumuh dan penataan permukiman dari Pemerintah Kota/Kabupaten dan Kelurahan bersama BKM Lokasi Kumuh KOTAKU baik ke Kementerian PUPR, antar Direktorat dan ke DPR RI, dengan prioritas penanganan pada lokasi delineasi sesuai SK Kumuh dan lokasi-lokasi rawan kumuh sesuai hasil delineasi kumuh untuk 7 indikator kumuh yang masih belum dapat dituntaskan numerik kumuhnya melalui BPM KOTAKU.
Selaku Kepala Balai PPW NTT..

pak Man juga terus memotivasi Tim KOTAKU dan Pemkot Kupang untuk tetap berjuang dan beriktiar mengusulkan kegiatan skala Kawasan NSUP dan beliau dengan berbagai upaya terus berkoordinasi ke direktorat PKP dan Walikota sehingga akhirnya sudah dilakukan Expose tahap 1 dan 2 dan saat ini menunggu hasil verifikasi lapangan dari Tim PKP
“Berjuang hingga titik darah penghabisan”…. itulah motivasi dan Ikhtiar dari Pak Man bersama Pemkot Kupang, Pokja PKP dan Tim OSP 5 NTT serta Tim Korkot 1 dalam mengupayakan kegiatan penanganan kumuh skala Kawasan NSUP terjawab di Kawasan Oesapa, yang akan menjadi pusat Kolaborasi penanganan kumuh skala kawasan dari berbagai Dinas/Sektoral….




=Salam KolaboAksi=





Penulis
Stely Paulus
Team Leader OSP 5 NTT










12 Juli 2019

“ Pokja PKP Aktif - Kumuh Tuntas “

Dalam upaya penanganan kumuh, Pemerintah Kota Kupang terus melakukan upaya-upaya penanganan permukiman kumuh melaui peningkatan kualitas infrastruktur dan kegiatan-kegiatan pencegahan tumbuh dan berkembangnya permukiman kumuh baru. Dengan ditetapkannya Kota Kupang menjadi salah satu dari sederetan kota prioritas percepatan penanganan kumuh di Indonesia (32 kota) maka tentunya penanganan kumuh akan menjadi tanggungjawab bersama antara Pemerintah Pusat, Pemda Provinsi NTT dan Pemkot Kupang.
Melihat Kupang sebagai kota prioritas dalam penanganan kumuh,… Pemkot Kupang menangkap peluang besar ini dalam upaya penataan permukiman kumuh agar dapat merubah citra kawasan kumuh menjadi layak huni dan berkelanjutan serta dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat… seiring dengan visi Pemerintah Kota Kupang “Terwujudnya Kota Kupang yang Layak Huni, Cerdas, Mandiri dan Sejahtera dengan Tata Kelola Bebas KKN”…
Sebagai Motor Penggerak Pokja PKP Kota Kupang, Bappeda melalui Kabid Fispra “Djanuarius Simu, ST” yang akrab disapa Bapa Yan… selalu berupaya untuk dapat mengharmonisasikan berbagai dinas/sekoral/swasta serta kelompok peduli lainnya untuk dapat ber-KolaboAksi dalam upaya penuntasan target penanganan kumuh ditahun 2019, baik kegiatan skala lingkungan maupun skala kawasan… dalam kesibukan sehari-harinya sebagai Kabid Fispra, tak pernah mengesampingkan semua kegiatan KOTAKU dan selalu siap bersama pendamping KOTAKU, baik Tim Korkot 1 maupun Tim OSP untuk bersama meraih “Kupang KOTAKU”
Bapa Yan… dengan Tekad 2019 Kupang 0 Ha Kawasan Kumuh, tidak hanya menggerakkan keaktifan Pokja PKP dalam mengintegrasikan berbagai kegiatan penanganan kumuh melalui Kebijakan Strategis Pemerintah Kota Kupang, namun beliau juga selalu siap menjadi narasumber dalam setiap forum KOTAKU dan forum lainnya dalam rangka penanganan kumuh baik yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah/Satker Provinsi, Pokja PKP, Forum Kolaborasi, KBIK, Pelatihan Pendamping KOTAKU maupun pelatihan masyarakat.
Tidak hanya rencana, namun “Aksi Nyata” penanganan kumuh telah Bapa Yan wujudkan…. baik melalui kegiatan rapat konsolidasi (indoor) maupun outdoors dengan melakukan roadshow ke berbagai Dinas/Sektoral/BUMN sebagai upaya pendekatan persuasif untuk publikasi KOTAKU dan konsep kegiatan penanganan kumuh baik skala lingkungan maupun skala kawasan menjadi prioritas dalam RKPD/Renja OPD, RKA OPD dan lainnya baik untuk dana APBD, APBN, DAK, DAU, CSR.
Tidak hanya sampai disitu…, Bapa Yan selaku Kepala Bidang Fisik dan Prasarana Bappeda Kota Kupang terus mengawal sampai pada tahap asistensi/verifikasi usulan Rencana Kerja Anggaran OPD untuk memastikan bahwa penanganan kumuh masuk menjadi prioritas kegiatan OPD baik kegiaytan peningkatan kualitas infrastruktur maupun kegiatan-kegiatan pencegahan dalam rangka untuk mengedukasi masyarakat agar dapat menjalani pola hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui dana APBD, DAK, DAU dengan prioritas penanganan pada lokasi delineasi sesuai SK Kumuh Walikota Kupang dan lokasi-lokasi rawan kumuh sesuai hasil delineasi kumuh untuk 7 indikator kumuh yang masih belum dapat dituntaskan numerik kumuh melalui BDI KOTAKU.
Selaku Pokja PKP… Bapa Yan juga memastikan terjadinya kolaborasi melalui sinkronisasi perencanaan mulai dari Tk. Kelurahan dan Kecamatan dgn terlibatnya BKM, FKA BKM serta di Tk. Kota Tahun 2019 dengan melibatkan Pokja PKP dan melibatkan Tim OSP 5 NTT serta Tim Korkot 1 dalam Forum Konsultasi Publik dan Musrenbang RKPD Kota Kupang
“Hasil Tak Kan Pernah Menghianati Proses”…. itulah buah dari Ikhtiar Bapa Yan beserta Kepala Bappeda Kota Kupang selaku Ketua Pokja PKP Kota Kupang dan seluruh Anggota Pokja yang selalu setia bersama Pendamping KOTAKU (Tim OSP 5 NTT dan Tim Korkot 1) dalam mendukung target pencapaian pengurangan luas kumuh sesuai RPJMN bahwa 2019 0 Ha Kumuh… karena dari total luas kumuh Kota Kupang sesuai SK Kumuh awal maupun Revisi sesuai hasil RP2KPKP seluas 152,57 Ha di 34 Kelurahan yang tersebar di 67 RT delineasi Kumuh hasil review perhitungan pengurangan kumuh yang telah disepakati oleh Pokja PKP di tingkat Kota Kupang pada awal tahun 2019 baik melalui dana BDI KOTAKU maupun dana Kolaborasi (APBN, APBD, DAK, DAU, CSR) hanya menyisahkan 29,7 Ha yang akan terus menjadi target untuk dituntaskan menjadi 0 Ha sampai akhir 2019 tentunya dengan tetap ber-KolaboAksi….

Salam KolaboAksi...






Penulis
 Stely Loure Kos Paulus
 Team Leader OSP-5 NTT