Pertemuan Rutin KSM dalam Rangka Optimalisasi Pinjaman Bergulir

Para anggota KSM melakukan Pertemuan Rutin.

Dari sampah Menjadi berkah

Kelurahan Tanjung merupakan salah satu kelurahan yang menjadi lokasi program KOTAKU

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS

Pelatihan Pengolahan sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos

Memulai dari Sedikit menjadi Besar

Memulai dari sedikit menjadi besar bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi usaha industri rumah tangga tenun ikat KSM Bia Berek

Pembangunan Rabat Beton Oleh KSM Kampung Baru Kabupaten Sikka

Para masyarakat Bergotong Royong Membangun Jalan Setapak 76 m yang dipimpi oleh Ketua RT 07/RW 09

The Power Of emak-emak

anggota KSM adalah perempuan yang dipercaya mengambil peran sebagai sekertaris dan bendahara

Tampilkan postingan dengan label Best practice. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Best practice. Tampilkan semua postingan

18 Februari 2020

“MEMULAI DARI SEDIKIT MENJADI BESAR”

         Memulai dari sedikit menjadi besar bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan bagi usaha industri rumah tangga tenun ikat KSM Bia Berek. Kurang lebih 11 Tahun perjalanan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bia Berek ini telah melalui proses yang panjang. Kegiatan kelompok dimulai pada awal tahun 2010. Beberapa ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai kemampuan membuat tenun ikat ingin mengembangkan usahanya. Kendala yang dihadapi pada saat itu adalah sulitnya pemasaran. Ketika produk bisa dijual kadang harganya murah. Selain itu, terdapat juga masalah permodalan. 

         Meski dukungan permodalan sudah dimulai sejak pertengahan tahun 2010, dampak kegiatan usaha produktif mulai dirasakan di awal tahun 2011. Sumber modal kelompok dari internal anggota (simpanan anggota) dan dari luar (pinjaman/bantuan). Sumber dari luar antara lain dari Program PNPM Mandiri Perkotaan sekarang berganti KOTAKU dan Bank BNI.
         Dengan difasilitasi oleh Program PNPM Mandiri Perkotaan atau Program KOTAKU, keinginan mengembangkan usaha dimulai dengan pembentukan KSM Bia Berek. Usaha yang disepakati adalah pembuatan dan penjualan tenun ikat khas timor. Untuk mendukung permodalan anggota, KSM mengajukan pinjaman ke UPK-BKM Kelurahan Manumutin sebesar Rp. 10.000.000,- atau perorang Rp.1.000.000,- (satu juta rupiah) pada awal pembentukan kelompok. Modal inilah yang menjadi penggerak awal berkembangnya kelompok. Data sampai dengan bulan Januari 2020, modal yang berada di kas kelompok sebesar Rp. 5.000.000,- (Lima juta rupiah) ditambah dengan hasil produk tenun ikat yang telah siap di jual berkisar Rp.30.000.000,- (Tiga Puluh juta rupiah).

          Hasil produksi yang dipasarkan oleh KSM Bia Berek adalah kain tenun ikat motif Atambua yang berbentuk selendang, sarung dan selimut. Pemasaran dilakukan secara langsung dan tidak langsung. Pemasaran langsung dilakukan di lokasi pembuatan dan di pasar Kota Atambua. Pemasaran tidak langsung dilakukan bekerja sama dengan buyers di Jakarta melalui catalog produk. Buyers melakukan pemesanan sesuai catalog dan barang dikirimkam melalui jasa pengiriman (pos dan JNE). Harganya pun bervariasi berikut harga produk tenun KSM Bia Berek sbb:

No
Produk
Satuan
Produksi/bulan
Harga (Rp)
1.
Selendang
Lembar
30
50 000
2.
Sarung
Lembar
25
350 000
3.
Selimut
Lembar
25
300 000
 

         Sebagai sebuah kelompok usaha yang baru tumbuh, struktur organisasi relative masih sederhana. Kepengurusan terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara. Pengurus juga merangkap sebagai penanggung jawab pengelolaan usaha produktif. Viktoria Nai Mau selaku Ketua KSM Bia Berek Sedangkan Tenaga kerja yang terlibat dalam usaha produktif kelompok adalah anggota kelompok itu sendiri. Total jumlah tenaga kerja yang terlibat sesuai dengan jumlah anggota yaitu 12 orang, namun sekarang sejak Tahun 2019 KSM Bia Berek sudah berkembang dan menghidupi anggota-anggotanya. bahkan warga sekitarnya yaitu ibu-ibu rumah tangga MBR dilibatkan untuk bisa menenun dan menjadi anggota KSM sehingga jumlah Anggota KSM Bia Berek bertambah menjadi 16 Orang. Agar Ibu-Ibu MBR tersebut bisa mendapatkan tambahan uang belanja rumah tangganya dari hasil tenunan yang di kerjakan bersama-sama dan dijual secara kelompok ke Pasar/ Toko-Toko Tenun baik Lokal maupun Luar Negeri

         Dalam perjalanannya KSM Bia Berek mendapat bantuan dari PEMDA KAB. BELU serta pinjaman KUR dari BNI sebesar 50 Juta. Agar bisa menjadi perputaran modal bagi pengembangan usaha KSM Bia Berek. Bahkan pernah di kunjungi Menteri Perdagangan “Mary Elka Pangestu, Komjen Pol ( Purn) Drs. Gories Mere Tahun 2012 lalu saat masih menjabat di Badan Narkotika Nasional serta Mrs Claudia sebagai Warga Negara Australia pun datang berkunjung dan memborong tenunan KSM Bia Berek. Hal ini merupakan terobosan baru dimana kain tenun ikat khas suku Kemak asal Belu ini menembus pasar Mancanegara. Menjadi suatu kebanggaan bagi KSM Bia berek beserta anggotanya bahkan BKM “Tunas Baru” Kelurahan Manumutin merasa bangga atas prestasi KSM ini dan KSM Bia Berek masih menjadi salah satu KSM lancar di UPK- BKM Tunas Baru. 

        Hasil yang produksi tenun oleh Ibu-Ibu KSM Bia Berek sekarang menjadi pendukung Livelihood bagi Rumah tangga MBR di Kelurahan Manumutin sehingga sangat dirasakan dampaknya oleh masyarakat setempat. Untuk itu hal positif yang dapat di petik adalah :
“melestarikan budaya merupakan kewajiban kita bersama namun dapat pula menjadi keuntungan positif dalam pengembangan ekonomi local di kawasan Kelurahan Manumutin”.


Penulis
Sherly Adoe-Sub FM OSP 5 NTT





6 November 2019

" L I S A " Lihat Sampah Ambil dan Pindahkan ke Tempat Sampah

Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia mencapai puncaknya pada 31 Oktober 2019 hari ini. Untuk Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Peringatan Hari Habitat Dunia dan Hari Kota Dunia dilaksanakan secara kolaborasi antara Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kota Kupang, dan Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) OSP 5 Provinsi Nusa Tenggara Timur.  Kegiatan terpusat di Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang,Yang Merupakan salah satu lokasi deleniasi kumuh sesuai SK Kumuh Walikota Kupang, yang berada di pinggir aliran sungai yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah dan limbah dari masyarakat setempat dan pasar Inpres Naikoten 1, yang mana sudah pernah dilakukan penanganan pada tahun 2017 secara berkolaborasi dari PUPR Kota Kupang (Pembangunan Talud/Normalisasi Sungai dan Oleh KOTAKU (Pembangunan RTH/RTP,Jalan, Drainase dan Jembatan)  
 yang dilakukan adalah mengedukasi masyarakat agar peduli terhadap kelestarian lingkungan huniannya melalui aksi nyata membersihkan sampah dan limbah rumah tangga serta pasar, bersama seluruh Pejabat dan Staf  Balai Prasarana permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur, Lurah Naikoten 1, Tim OSP 5 NTT, KORKOT 1 dan Fasilitator KOTAKU, Lurahn, BKM,LPM, Babinsa, RT,RW warga sekitar baik Orang Tua, Pria/wanita, Pemuda/i dan juga Pelayanan air bersih kepada warga melalui pemasangan Tandon,suplai air tangki dan aksi cuci tangan sehat oleh Balai NTT.
selain itu warga pun melakukan aksi Pengecatan kembali Lopo, Pagar Pembatas, Jembatan, jalan agar terlihat lebih bersih, dan asri karena tempat itu menjadi Ruang Terbuka Publik bagi warga sekitar.    
Alhasil…. Lingkungan kembali menjadi bersih, indah dan asri… tempat bermain anak-anak dan tempat santai untuk saling berinteraksi antara warga setempat menjadi lebih bersih dan sehat kembali.....
                                                           Bersih itu INDAH......
                                                           Bersih itu SEHAT......
Agar hasil dari aksi bersih-bersih bisa terus terjaga dan membudaya dimasyarakat, maka dilanjutkan dengan Deklarasi Bersama Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Timur Lurah, TL dan Korkot KOTAKU, Lurah, BKM, LPM, Babinsa, RT, RW, Perwakilan warga dan Pemuda, agar selalu menjaga kelestarian lingkungan huniannya dengan membudayakan L I S A  “LIhat Sampah Ambil dan Pindahkan ke Tempat Sampah”
 
Aksi tersebut dipimpin oleh Team Leader KOTAKU NTT dengan mengajak seluruh warga mendeklerasikan bersama bahwa GENERASI MASA DEPAN ADALAH GENERASI PEDULI SAMPAH Dengan Selalu membudayakan"LISA"agar dapat terinternalisasi selamanya, jika hal ini bisa membudaya dan terinternalisasi serta bisa menjadi kebiasaan seluruh warga masyarakat akan sadar dengan sendirinya untuk "LISA" maka diyakini kota kita akan menjadi KOTA BEBAS SAMPAH, BEBAS KUMUH, dan LAYAK HUNI.....


                                                                    Salam KOTAKU............. 





 Penulis


16 September 2019

GELIAT KSB KERSEN


Kelompok Sosial ekomi berkelanjutan dari kelurahan Mbongawani kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende kembali mengakes dana bergulir dari Unit Pengelola Keungan sebesar Rp 14.000.000, kegiatan ini terjadi pada hari kamis tgl 28 maret 2019. Bertempat di seketariat BKM kelurahan Mbongawani. Kegiatan ini dihadiri oleh koordinator BKM IKLIM Kelurahan Mbongawani Bapak Haji Dahlan M Said, kedua UPK ibu Sitti Utari S dan Ibu Hasna Kasmin, para Fasilitator program kotaku dan seluruh anggota KSB Kersen Kelurahan Mbongawani. Dalam pengarahannya bapak kordinator BKM menegaskan bahwa penyerahan dana bergulir ke KSB kersen ini harus membawa manfaat dalam menumbuh kembangkan kegiatan ekonomi rumah tangga bagi para anggotanya, dana bergulir ini harus membawa dampak nyata dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat khusunya para anggota KSB Kersen. Olehnya diharapkan agar para anggota senantiasa dapat mengelola dana ini secara tepat guna dan tepat sasaran, jangan sampai dana bergulir ini sekedar dijadikan sebaga alat untuk berfoya foya dan akirnya tidak memberi manfaat apa apa. Selanjutnya kordinator BKM juga mengarahkan agar proses anggsuran atau pengembalian dana dari para anggota ke UPK dapat berjalan lancar dan aman sampai lunas nanti, karena dana ini sifatnya pinjama bergulir bukan hibah jadi para anggota KSB wajib mengansurnya kembali.
Selain pengarahan dari kordinator BKM, ada juga arahan dari fasilitaor ekonomi yang pada intinya mengaharapkan agar dana bergulir yang diserahkan ke KSN Kersen ini dapat membawa hasil yang positif bagi para anggota dalam meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarganya dan selanjutnya fasilitator pendamping bidang mikro juga menyatakan kesiapannya untuk mendampingi dan membimbing kelompok konomi ini dalam proses pembukuan sederhana sehingga para pengurus KSB juga dapat memiliki kemampuan dalam manajemen pengelolaan pembukuan secara sederhana,bukannya program pembersayaan juga harus mampu memberdayakan masyarakat tidak saja dalam mengelola dana bergulir tapi juga ada proses peningkatan kemampuan mengelola pembukuan sederhana. Pada kesempatam itu ketua UPK BKM Iklim kelurahan Mbongawani ibu Siti Utari kembali menegaskan soal proses pengembalian atau angsuran setiap bulannya, bahwa kepada seluruh anggota KSN hendaknya secara sadar dan bertanggung jawab dalam proses penghembalian dalam bentuk angsuran atau cicilan.sesuai tanggal yang telah disepakati yaitu setiap tanggal 21 setiap bulannya, para anggota KSB yang mendapat pinjaman dana ini harus datang mengansur ke UPK atau ketua KSB dengan besar angsuran telah diperhitungan dengan prosentase bunga yang tetah ditentukan. Sangat diharapkan kesadaran dan para anggota akan kewajibanya mengansur sehingga hal ini tidak merepotkan pata pengurus UPK untuk turun menagih ke berbagai tempat. Ini ditegaskan oleh ibu ketua UPK, karena berdasarkan pengalaman kadang karena para anggota terlampau sibuk jadi lupa untuk mengansur sehingga pengurus UPKlah yg harus turun ke para peminjam.
Dengan adanya dinamika dalam proses pemutaran dan perguliran dana ekonomi ini menujukan bahwa masyarakat sangat antusias dengan kegiatan simpan pinjam ini, sehngga dirapkan agar berbagai pihak terkait dalam hal ini pemerintah dan lembaga lembaga keuangan kiranya semakin memberi ruang dan fasilitas keuangan untuk kemudia dapat digulirkan ke masyarakat, dengan demikian cita cita luhur yaitu meningkatnya kesejahteraan masyarakat khusunya masyarakat ekonomi menengah kebawah dapat tercapai dan melalui program kotaku, proses itu sedang berjalan.





penulis
Cris Grasa
Faslititator Sosial TF-07 Kab.Ende


10 September 2019

SINERGI DAN KOLABORASI PERENCANAAN DANA KELURAHAN

Kata sinergi dan kolaborasi sering terdengar yang terlontar baik sengaja ataupun tidak sengaja pada momen-momen tertentu dan pada berbagai level pertemuan, akan halnya dalam dalam program Kota Tanpa Kumuh, kedua kata tersebut dijadikan sebagai kata kunci (rohnya) program KOTAKU dalam upaya penanganan kompleksitas permukiman kumuh.  Sinergi dan kolaborasi merupakan sebuah gerakan untuk mengajak dan melibatkan stakeholder untuk mencapai target atau tujuan bersama, dengan bersinergi berarti saling melengkapi dan atau saling berbagi, sebagaimana kolaborasi, sinergi juga merupakan bentuk kerjasama melalui kolaborasi masing-masing pihak untuk mencapai tujuan bersama.
Menjadi tanggung jawab besar bagi segenap pendamping program KOTAKU mana kala amanat Reformasi, Arah Kebijakan dan Isu Pelaksanaan Program KOTAKU Tahun 2019, dimana salah satu dari Reformasi Tujuan Program KOTAKU adalah dengan “Mewujudkan Kolaborasi Penanganan Kawasan Kumuh dari Berbagai Stakeholder” dengan mensyaratkan target minimal kolaborasi (inkind/incash) TA. 2019 untuk tingkat keluharan sekitar Rp. 3 Milyar. Untuk mewujudkan target yang fantastis tersebut, salah satu potensi yang disasar Tim pendamping program KOTAKU Kabupaten Ende adalah Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan (Dana Pemberdayaan Kelurahan) Tahun 2019. Seperti gayung bersambut,  ternyata yang namanya sinergi dan kolaborasi tidak sekedar terucap dengan kata tapi ternyata terwujud melalui kesepakatan dan persetujuan para Lurah guna mendukung upaya pengentasan/penanganan kawasan permukiman kumuh diwilayahnya.
Pasca kesepakatan dan persetujuan para Lurah khususnya diwilayah kecamatan Ende Selatan kabupaten Ende bulan Februari 2019 lalu yang selanjutnya dilakukan survey bersama Lurah, perangkat Lurah, BKM dan Fasilitator program KOTAKU serta penetapan usulan rencana kegiatan Fisik dan Non Fisik beserta dengan estimasi biaya. Bulan Agustus 2019, Fasilitator Teknik program KOTAKU Ende, kembali berbagi ilmu dan pengalamannya membantu pihak kelurahan baik kelurahan Tetandara maupun kelurahan Paupanda yang nota bene sejak awal telah berkomitmen bersinergi dan berkolaborasi dengan program KOTAKU guna menangani kawasan deliniasi kumuh. 
Dalam hal ini, lagi-lagi sinergi dan kolaborasi kembali diwujudkan dengan komitmen kerjasama saling berbagi dan saling melengkapi. Kerjasama penyusunan RAB kegiatan Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan (Dana Pemeberdayaan Kelurahan) TA. 2019 tersebut 
Adapun rekapitulasi RAB usulan kegiatan fisik/infrastruktur Dana Kelurahan TA. 2019 di kelurahan Tetandara dan kelurahan Paupanda yang telah disusun oleh Faskel Teknik adalah sebagai berikut :
 

 
Dari aspek nilai kegiatan kolaborasi seperti didalam tabel tersebut diatas, baik dikelurahan Tetandara yang hanya mencapai Rp. 196.933.000,- (7%) maupun kelurahan Paupanda yang hanya mencapai 177.353.000,- (6%) dari target 3 M, maka capaian nilai kolaborasi tersebut masih sangat jauh dari target. Meskipun demikian ikhtiar bersinergi dan berkolaborasi yang tidak hanya sekedar terucap, menjadi penanda bahwa semangat kerjasama dengan stakeholder terus didorong dan dikumandangkan sehingga saling berbagi dan saling melengkapi akan terus tumbuh. Semoga….
                       

 
Penulis
 Marius Y Aiba
Korkot 2 P Flores-NTT